7 Final Piala Dunia Paling Dramatis Sepanjang Sejarah
Dari Maracanazo 1950 sampai adu penalti Argentina vs Prancis 2022, inilah 7 final Piala Dunia paling dramatis sepanjang sejarah lengkap skor dan kisahnya.
Sepak bola adalah olahraga drama, dan tidak ada panggung yang lebih besar daripada partai final Piala Dunia. Di momen inilah air mata, kegembiraan, dan kontroversi bercampur menjadi satu di hadapan ratusan juta pasang mata. Berikut tujuh final paling dramatis sepanjang sejarah turnamen, lengkap dengan skor dan kisah di baliknya.
1950: Maracanazo, Hari Brasil Membisu
Final 1950 di Stadion Maracana, Rio de Janeiro, mungkin adalah kekalahan paling traumatis dalam sejarah sepak bola. Dengan format babak final berupa grup, Brasil hanya butuh hasil imbang untuk juara di kandang sendiri di depan kerumunan yang tercatat resmi sekitar 173.000 orang, dan sering disebut menembus 200.000. Friaca membawa tuan rumah unggul tak lama setelah turun minum, dan seluruh negeri seakan sudah bersiap pesta.
Namun Uruguay menolak menyerah. Juan Alberto Schiaffino menyamakan kedudukan di pertengahan babak kedua, lalu Alcides Ghiggia merobek gawang Moacir Barbosa dengan tembakan mendatar sekitar 11 menit jelang bubaran. Uruguay menang 2-1, dan stadion raksasa itu mendadak hening total. Peristiwa ini abadi dengan nama "Maracanazo", luka kolektif yang masih dikenang Brasil hingga kini.
1966: Hat-trick Hurst dan Gol yang Diperdebatkan Selamanya
Inggris menjamu Jerman Barat di Wembley pada 30 Juli 1966. Helmut Haller membuka skor untuk Jerman di menit 12 sebelum Geoff Hurst menyamakan kedudukan lewat sundulan. Martin Peters membawa Inggris memimpin 2-1, tetapi Wolfgang Weber memaksa laga ke babak tambahan dengan gol di pengujung waktu normal.
Di sinilah lahir momen paling kontroversial dalam sejarah final. Tembakan Hurst di menit 101 membentur mistar, jatuh ke garis gawang, lalu memantul keluar. Wasit Gottfried Dienst, setelah berkonsultasi dengan hakim garis Tofiq Bahramov, menyatakan gol. Hingga hari ini perdebatan apakah bola benar-benar melewati garis tak pernah usai. Hurst menutup laga dengan gol ketiganya di menit 120, melengkapi satu-satunya hat-trick di final Piala Dunia. Inggris menang 4-2 setelah babak tambahan dan meraih trofi pertama mereka.
1986: Maradona Sang Arsitek di Azteca
Di Estadio Azteca, Meksiko, Argentina dan Jerman Barat menyajikan final dengan plot yang berubah cepat. Jose Luis Brown (menit 23) dan Jorge Valdano (menit 56) membawa Argentina unggul 2-0. Banyak yang mengira laga sudah selesai, tetapi Jerman Barat punya mental baja: Karl-Heinz Rummenigge memperkecil ketertinggalan di menit 74, lalu Rudi Voller menyamakan skor di menit 81.
Saat momentum berbalik ke Jerman, Diego Maradona melepas umpan terobosan brilian yang membelah pertahanan lawan. Jorge Burruchaga lari sendirian dan menaklukkan kiper Harald Schumacher di menit 84. Argentina menang 3-2. Maradona tidak mencetak gol di final ini, tetapi sepanjang turnamen 1986 ia mencatat lima gol dan lima assist, dan sentuhan terakhirnya di partai puncak menegaskan kelas seorang maestro.
1994: Air Mata Baggio di Rose Bowl
Final 1994 antara Brasil dan Italia di Rose Bowl, Pasadena, mencatat sejarah dengan cara yang menyakitkan. Untuk pertama kalinya, final Piala Dunia berakhir tanpa gol setelah 120 menit, dan untuk pertama kalinya pula juara harus ditentukan lewat adu penalti.
Drama itu berpuncak pada Roberto Baggio, bintang yang sepanjang turnamen nyaris sendirian menyeret Italia ke final. Franco Baresi dan Daniele Massaro lebih dulu gagal mengeksekusi, dan ketika Baggio maju sebagai algojo penentu, ia justru melambungkan bola jauh di atas mistar. Brasil menang adu penalti 3-2 dan meraih gelar keempat mereka. Gambar Baggio menunduk dengan tangan di pinggang menjadi salah satu foto paling ikonik dan menyayat dalam sejarah sepak bola.
2006: Tandukan Zidane yang Mengguncang Dunia
Final 2006 di Berlin antara Italia dan Prancis menyuguhkan akhir karier yang tragis bagi seorang legenda. Zinedine Zidane membuka skor lewat penalti gaya "Panenka" di menit ke-7, sebelum Marco Materazzi menyamakan kedudukan dengan sundulan di menit 19. Skor 1-1 bertahan hingga babak tambahan.
Lalu datang momen yang tak terlupakan. Di menit ke-110, setelah pertukaran kata-kata dengan Materazzi, Zidane berbalik dan menandukkan dadanya hingga ia terjengkang. Wasit Horacio Elizondo mengeluarkan kartu merah, dan Zidane meninggalkan lapangan di laga terakhir kariernya. Italia akhirnya menang lewat adu penalti 5-3 dan meraih gelar keempat. Insiden tandukan itu menjadi simbol abadi tentang betapa tipisnya batas antara kejeniusan dan emosi.
2014: Sentuhan Sempurna Gotze
Jerman dan Argentina bertemu di Maracana pada 2014, dan laga berjalan ketat tanpa gol hingga babak tambahan. Lionel Messi sempat membuang peluang emas, sementara Argentina beberapa kali nyaris menjebol gawang Manuel Neuer.
Pahlawan justru datang dari bangku cadangan. Andre Schurrle melepas umpan silang, dan Mario Gotze mengontrolnya dengan dada lalu memvoli bola dengan sempurna ke gawang Sergio Romero di menit 113. Jerman menang 1-0 dan menjadi tim Eropa pertama yang juara Piala Dunia di tanah Amerika Selatan. Gotze pun tercatat sebagai pemain pengganti pertama yang mencetak gol penentu di sebuah final Piala Dunia.
2022: Pertarungan Messi vs Mbappe di Lusail
Banyak yang menyebut final 2022 di Stadion Lusail sebagai final terbaik sepanjang masa. Argentina memimpin 2-0 lewat penalti Messi dan gol Angel Di Maria, dan tampak akan melaju mulus. Namun Kylian Mbappe mengubah segalanya: dua gol dalam tempo dua menit menyamakan kedudukan menjelang akhir waktu normal.
Messi kembali membawa Argentina unggul di babak tambahan, tetapi Mbappe lagi-lagi menyamakan lewat penalti, melengkapi hat-trick di final, sesuatu yang terakhir kali terjadi pada 1966. Skor 3-3 memaksa adu penalti, dan Gonzalo Montiel menjadi algojo terakhir yang memastikan kemenangan 4-2. Argentina pun meraih gelar ketiga mereka setelah 1978 dan 1986, sementara Messi akhirnya menggenggam trofi yang selama ini lolos dari tangannya, menutup salah satu kisah terindah dalam sejarah olahraga.
Untuk menelusuri turunan kompetisi terkini, simak Piala Dunia 2026 serta pantau jadwal dan klasemen berbagai turnamen lewat LSSBO.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Final Piala Dunia mana yang pertama ditentukan lewat adu penalti?
Final 1994 antara Brasil dan Italia di Rose Bowl, Pasadena. Setelah imbang 0-0 selama 120 menit, Brasil menang adu penalti 3-2. Roberto Baggio menjadi penendang Italia yang gagal di kesempatan penentu, melambungkan bola di atas mistar.
Apa itu Maracanazo?
Maracanazo adalah julukan untuk kekalahan mengejutkan Brasil 1-2 dari Uruguay di partai penentu juara 1950 di Stadion Maracana. Brasil hanya butuh imbang untuk juara, tetapi gol Ghiggia di babak kedua membungkam ratusan ribu penonton tuan rumah.
Berapa skor final Piala Dunia 2022?
Argentina vs Prancis berakhir 3-3 setelah babak tambahan. Messi mencetak dua gol dan Mbappe melengkapi hat-trick. Argentina menang adu penalti 4-2 lewat tendangan penentu Gonzalo Montiel, meraih gelar Piala Dunia ketiga mereka.
Siapa pencetak satu-satunya hat-trick di final Piala Dunia?
Geoff Hurst dari Inggris pada final 1966 melawan Jerman Barat. Ia mencetak tiga gol (menit 18, 101, dan 120) dalam kemenangan 4-2 setelah babak tambahan di Wembley.
Ingin mengikuti laga-laga penuh drama lainnya secara langsung? Pantau terus skor, jadwal, dan ulasan liga favoritmu hanya di LSSBO.
Komentar
Aturan: hindari spam, ujaran kebencian, atau diskusi off-topic.
Artikel Terkait
Sejarah Sepak Bola Dunia: Dari Permainan Kuno hingga Era Modern
Telusuri sejarah sepak bola dunia: dari cuju di Tiongkok kuno, lahirnya FA 1863 dan FIFA 1904, Piala Dunia perdana 1930 di Uruguay, jejak Hindia Belanda di Piala Dunia 1938, hingga era VAR, data, dan Piala Dunia 2026.
Kamis, 4 Juni 2026
Daftar Juara Piala Dunia FIFA dari Masa ke Masa (1930–2022)
Sejak 1930 sudah ada 22 edisi Piala Dunia, tapi hanya 8 negara yang pernah juara. Brasil terdepan dengan 5 gelar. Ini daftar lengkap juara Piala Dunia beserta tuan rumahnya.
Selasa, 2 Juni 2026
Maskot Piala Dunia 2026: Maple, Zayu, Clutch dan Sejarah Maskot dari Masa ke Masa
Kenalan dengan Maple, Zayu, dan Clutch, trio maskot resmi Piala Dunia 2026, plus sejarah maskot ikonik dari World Cup Willie 1966 sampai La'eeb 2022.
Minggu, 14 Juni 2026
Adu Penalti dan Babak Tambahan: Aturan Penentu Pemenang di Sepak Bola
Apa yang terjadi kalau laga gugur berakhir imbang? Ini aturan babak tambahan (2x15 menit) dan adu penalti · dari format 5 penendang sampai sudden death · yang menentukan siapa lolos di Piala Dunia 2026.
Sabtu, 13 Juni 2026